LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERC. 2 PEMBUATAN SENYAWA ASAM OKSALAT
LAPORAN PRAKTIKUM
DISUSUN OLEH :
NABILAH ZAHRAH (A1C118026)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020|
NO |
PERLAKUAN |
HASIL PENGAMATAN |
|
1. |
Menimbang 25 gr Sukrosa |
- |
|
2. |
Tuangkan 125 ml HNO3 (60%) ke dalam gelas piala yang berisi 25 gr Sukrosa tadi |
Campuran tersebut berwarna keruh |
|
3. |
Aduk selama kurang lebih 15 menit |
Menjadi larut dan berwarna lebih jernih |
|
4. |
Panaskan Larutan sampai asap keluar, lalu matikan hot plate |
Timbulnya gas NO2 yang berwarna cokelat kemerahan |
|
5. |
Didiamkan sampai tidak adanya gas NO2 lagi |
Warna larutan menjadi kuning bening |
|
6. |
Panaskan larutan hingga tersisa 40ml kemudian ditambahkan 40ml air |
Warna larutan menjadi cokelat muda keorenan serta mengeluarkan gas NO2 |
|
7. |
Didiamkan lalu Panaskan larutan samapai menjadi 25 ml |
Warnanya berubah menjadi kuning muda jernih dan sedikit kecoklatan |
|
8. |
Ketika larutan mencapai 25 ml diamkan larutan tersebut pada suhu kamar |
Terbentuk kristal putih di atas dinding gelas piala dan juga terbentuk endapan/kristal coklat kemerahan dibagian bawah |
VIII. PEMBAHASAN
Pada pratikum kedua ini adalah dilakukan pembuatan asam oksalat dengan menggunakan zat organik dengan berat molekul besar sebagai bahan dasarnya dengan menggunakan jenis reaksi oksidasi yang dibantu oleh oksidator kuat. dimana percobaan ini oksidator kuat yang digunakan adalah HNO3 pekat atau yang disebut dengan asam nitrat pekat. Titik proses pembuatan asam oksalat di sini dapat disebut juga dengan sintesis asam oksalat. asam oksalat memiliki rumus molekul berupa C2H2O4.
Pada kesempatan kali ini kita tidak melakukan pratikum langsung tetapi kita hanya melihat pada video youtube saja. Pertama-tama timbang 25 gr Sukrosa lalu tambahkan 125 ml HNO3 (60%) ke dalam gelas piala sehingga campuran tersebut berwarna keruh. Lalu aduk selama kurang lebih 15 menit untuk melarutkan sukrosa sehingga menjadi larut dan berwarna lebih jernih. Panaskan Larutan sampai timbulnya gas NO2 yang berwarna cokelat kemerahan, lalu matikan hot plate. Uap NO2 ini dihasilkan ini memiliki toksisitas dan bersifat karsinogenetik apabila terhirup oleh saluran pernafasan.Uap ini jika terhirup bisa menyebabkan keracunan ,maka sangat disarankan untuk jauh-jauh dari uap tersebut apabila dilaboratorium mempunyai lemari asam lakukan saja pada lemari asam tersebut untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
setelah itu, Didiamkan sampai tidak adanya gas NO2 lagi hasilnya warna larutan menjadi kuning bening. Kemudian, Panaskan larutan hingga tersisa 40ml kemudian ditambahkan 40ml air sehingga Warna larutan menjadi cokelat muda keorenan serta mengeluarkan gas NO2. Proses pemanasan berfungsi untuk menjenuhkan larutan yang terbentuk. Untuk memperoleh Kristal asam oksalat yang benar-benar murni, perlu dilakukan pemanasan berulang kali sehingga gas NO2 yang dikeluarkan sudah tidak berwarna coklat lagi. Didiamkan lalu Panaskan larutan samapai menjadi 25 ml hasilnya Warnanya berubah menjadi kuning muda jernih dan sedikit kecoklatan. Terakhir Ketika larutan mencapai 25 ml diamkan larutan tersebut pada suhu kamar sehingga menghasilkan terbentuknya kristal putih di atas dinding gelas piala dan juga terbentuk endapan/kristal coklat kemerahan dibagian bawah. Hal tersebut dikarenakan kristal putih pada bagian atas merupakan asam oksalat murni sedangkan pada bagian bawah adalah asam oksalat yang terkontaminasi.
Pada video yang kami dapatkan tidak adanya proses pendinginan sehingga asam oksalat yang kami dapatkan hanya sedikit. Proses pendinginan ini diperolehnya larutan berwarna putih. Kristal asam oksalat akan mudah larut dalam suasana panas dalam larutan, oleh karena itu pembentukan Kristal ini dilakukan pada keadaan dingin. Proses pendinginan yang disertai dengan pengadukan bertujuan agar terbentuk kristal asam oksalat berwarna putih . hal ini terjadi diakibatkan,gas N2 yang dihasilkan ketika pemanasan dan penambahan aquades sudah habis bereaksi sehingga diperoleh kristal putih.
Asam oksalat dan garamnya yang larut air dapat membahayakan, karena senyawatersebut bersifat toksis. Pada dosis 4-5 gram asam oksalat atau kalium oksalat dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa, tetapi biasanya jumlah yangmenyebabkan pengaruh fatal adalah antara 10 dan 15 gram.
Dalam sintesis asam oksalat ini dari gula dan asam nitrat yang dipanaskan berulang-ulang dengan tiap-tiap selaku untuk pemanasan ditambahkan dengan sejumlah aquades dari asam nitrat pekat titik pemanasan ini dilakukan agar larutan menjadi jenuh dan gas so2 yang dihasilkan saat reaksi berkurang. setelahnya reaksi dilanjutkan pada keadaan dingin ini dilakukan agar kristal asam oksalat tidak larut. Selain itu Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan yang terjadi dari struktur asam oksalat dan kemungkinan terjadinya asam etanadioat atau terbentuknya.
IX. PERTANYAAN PASKA PRAKTEK
- Mengapa pada pembuatan asam oksalat ini dilakukan proses pemanasan berulang ulang?
- Pada percobaan diatas asam oksalat yang dihasilkan ada yang murni dan ada yang terkontaminasi. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
- Pada pembuatan asam oksalat biasanya dilakukannya proses pendinginan Sedangkan pada percobaan diatas tanpa adanya proses pendinginan. Apa pengaruh proses pendinginan pada pembuatan asam iksalat ini?
X. KESIMPULAN
- Pembuatan asam oksalat dapat dilakukan dengan zat organik (gula) yang memiliki berat molekul besar dengan oksidator HNO3 pekat
- Pembuatan asam oksalat menggunakan HNO3 pekat sebagai oksida terkuat yang berfungsi untuk memecahkan molekul gula sehingga terbentuk asam oksalat yaitu berbentuk padat dan berwarna putih
- Sifat-sifat asam oksalat yaitu berwujud padat, berwarna putih, berat molekul 126 gr/mol berbentuk Kristal, titik leleh 101,50C (hidrat) 1870C (anhidrat)

Baiklah saya Firda Oetary (021) akan mencoba menjawab permasalahan saudari yang no 1 , adapun tujuan pemanasan berulang-ulang pada percobaan ini yaitu agar larutan yang dihasilkan itu murni.
BalasHapusTerima kasih
saya Denora Situmorang (056) akan mencoba menjawab pertanyaan no 2, jadi yang menyebabkan asam oksalat yang dihasilkan tidak murni dan adanya kontaminasi bisa dikarenakan banyak faktor, mulai dari alat, bahan, ataupun praktikan yang kurang teliti dalam melakukan percobaan. terimakasih.
BalasHapusBaiklah saya akan menjawab nomor 3.menurut saya untuk merendahkan tingkat suhu pada waktu dipanaskan menjadi dingin.terimakasih
BalasHapus