JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II ( PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT )
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “ UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN”
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH :
NABILAH ZAHRAH (A1C118026)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020VII. DATA PENGAMATAN
Uji biuret
|
NO. |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 = alanin , tabung 3 = susu , tabung 4 = albumin |
Untuk dilakukan uji biuret |
Tabung 1,2,4 = tidak berwarna. Tabung 3 = putih |
|
2. |
Di tetesin dengan biuret |
- |
|
|
3. |
Lalu di homogenkan |
Agar terbentuknya warna hasil uji biuret |
Tabung 1 dan 2= tidak berwarna Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu |
|
4. |
Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan |
Untuk mempercepat laju reaksi |
Tabung 3 = berwarna coklat muda Tabung 4 = berwarna coklat tua bagian atas , berwarna bening bagian bawah |
VII. PEMBAHASAN
Pada percobaan ini bertujuan untuk membuktikan adanya ikatan peptida lebih dari satu titik Secara teoritis uji ini positif apabila sampel yang direaksikan menghasilkan warna ungu warna ungu tersebut dipengaruhi oleh banyaknya asam amino yang terikat pada ikatan peptida.
Pada percobaan ini pertama kali dilakukan ialah disiapkan terlebih dahulu 4 tabung, tabung pertama diisi dengan fenilanin, tabung kedua diisi dengan alanin, tabung ketiga diisi dengan susu dan tabung keempat diisi dengan albumin tujuannya untuk dilakukan uji biuret sehingga dihasilkan tabung pertama, kedua dan keempat tidak bewarna dan tabung ketiga bewarna putih.
Kemudian masing-maing dari tabung reaksi ditetesi dengan biuret. Lalu di homogenkan agar terbentuknya warna hasil uji biuret. Sehingga di hasilkan pada tabung 1 dan 2 larutan tidak berwarna dan pada tabung 3 dan 4 larutan berwarna ungu. Setelah itu dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 di dalam gelas kimia yang terdapat air yang di panaskan sehingga di hasilkan pada tabung ke 3 larutan berwarna coklat muda dan pada tabung 4 berwana coklat tua bagian atas, berwarna bening pada bagian bawah.
Uji biuret digunakan untuk uji protein albumin, karena uji ini dapat mendeteksi adanya ikatan peptide yang diperoleh hasil reaksi berupa warna ungu pada larutan yang menunjukkan adanya protein. Sehingga, uji biuret ini tidak memberikan perubahan warna pada tabung 1 dan ke 2. Berdasarkan hasil analisis video dengan uji biuret terlihat bahwa pada sampel tabung 3 dan tabung 4 terjadi perubahan warna menjadi ungu. Hal ini terjadi karena ion Cu2+ (dari pereaksi Biuret) dalam suasana basa bereaksi dengan polipeptida atau ikatan-ikatan peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu (violet).
IX. PERTANYAAN PASKA PRAKTEK
- Pada percobaan uji biuret ini mengapa dilakukannya pemanasan?
- Mengapa hasil yang didapat setelah dilakukanya pemanasan menjadi warna coklat?
- Apa fungsi dilakukannya uji biuret pada percobaan ini?
X. KESIMPULAN
Dari percobaan diata dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Protein bisa menggumpal dikarenakan terjadinya proses koagulasi di protein yang merupakan proses penggumpalan sehingga bisa membentuk endapan.
2. Pengendapan protein yang dengan logam berat memiliki sifat reversible. Denaturasi dari protein bisa terjadi dengan adanya pengaruh dari logam-logam berat, jika terjadi denaturasi, maka akan terjadi pula penurunan kelarutan protein dalam air sehingga bisa membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putih.
3. Uji biuret bertujuan untuk membuktikan adanya ikatan peptide didalam sampel.
4. Uji xanthoprotein dipakai untuk menguji adanya senyawa protein yang jika larutan itu mengandung protein maka aka nada endapan putih jika dipanaskan maka warnanya menjadi kuning atau jingga
XI. DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond, 2003, “Kimia Dasar., Konsep Inti Jilid I edisi ketiga”, Erlangga : Jakarta.
Devi, Nirmala, 2010, “Nutrien and Food: Gizi untuk Keluarga”, PT Gramedia Pustaka : Jakarta.
Hartono, 2006, “Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit”, EGC : Jakarta.

Baiklah Saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 2 dari saudari Nabila yaitu apa fungsi dari asam sulfat pekat pada pembuatan asam pikrat? Baiklah jadi fungsi asam sulfat pekat tersebut itu untuk melindungi Cincin benzen agar tidak bereaksi langsung dengan NO3
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusBaiklah saya Denora Situmorang (056) akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Kenapa asam pikrat bersifat eksplosive ini dikarenakan asam pikrat merupan senyawa yang mudah terbakar ketika dibasahi dengan lebih 30%air, kemudian dan tergolong mudah meledak, oleh karena itu asam pikrat ini dikatakan eksplosive.
BalasHapusBaiklah, saya Wafiqah Alvia (A1C118047) akan menjawab permasalahann no 1.
BalasHapusfenol senyawanya sangat reaktif terhadap reaksi substitusi, disebabkan adanya elektron yang tidak berikatan pada gugus hidroksil yang dapat membentuk kompleks sigma dengan cincin aromatik. Terimakasih