LAPORAN PERCOBAAN 5 “PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOl”

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II
 

 

DISUSUN OLEH :

NABILAH ZAHRAH (A1C118026)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020
 

VII. DATA PENGAMATAN

PENGAMATAN

TUJUAN

HASIL PENGAMATAN

Dimasukan 10 gram natrium benzoat kedalam kelas kimia

-

Serbuk bewarna putih

Dilarutkan dalam 50 ml air suling, Lalu diaduk

Agar natrium benzoat larut dan homogen

Larutan bewarna putih susu

Ditambahkan asam klorida pekat 10 ml sampai sumber pH larutan seimbang

Untuk mempercepat reaksi

Adanya endapan pada larutan

Disarin endapan putih tersebut menggunakan suction filtration


Didapat asam benzoat mentah

Rekristalisasi produk menggunakan air

Ditambahkan air disini sebagai pelarut


Didiamkan selama beberapa jam

Agar mendapatkan kristal asam benzoatnya

Larutan menjadi kristal bening

Dilakukan penyaringan dan pengeringan kristal bening tersebut

Untuk mendapatkan asam benzoat yang murni

Asam benzoal yang dihasilkan adalah 7.5 gram

VIII. PERHITUNGAN


IX. PEMBAHASAN

Percobaan ini dilakukan untuk memahami Bagaimana pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol tujuan lainnya adalah untuk memahami reaksi oksidasi dan reduksi si aldehid yang tidak memiliki H alfa, lalu memahami Reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat dan mempelajari cara pembuatan asam benzoat dan benzil alkohol.

 

Asam benzoat adalah senyawa organik berwujud padat, warna putih dan berbau menyengat dengan titik leleh 122-123℃ dan kristalnya berbentuk monoklin titik dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan dan bahan obat-obatan titik benjol alkohol pada suhu kamar berwujud cair dan tidak berwarna. kedua senyawa tersebut dapat dibuat bersama-sama dari bahan benzaldehid yang ditambahkan basa kuat dan dipanaskan. Benzaldehida adalah suatu senyawa aldehid yang memiliki gugus fungsi karbonil dan dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik dengan nukleofil seperti OH, CH3 ion C- (karbon) dan sebagainya. Hal ini bisa terjadi karena aldehid aromatik  tidak mempunyai hidrogen alfa bereaksi dengan basa kuat sehingga mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi dan reduksi. Reaksi Cannizzaro pada senyawa aldehid dimulai dengan aidi ion OH- ke senyawa aldehid yang memperoleh senyawa penyumbang hidrida yang baik, dengan deprotonasi pada larutan basa untuk mendapatkan senyawa di-ion. Reaksi yang berasal dari hidrida akan diiringi dengan peralihan hidrida secara lambat ke atom karbonil molekul aldehid sehingga membentuk karboksilat.

 

Langkah awal pada percobaan ini adalah Dimasukan 10 gram natrium benzoat kedalam kelas kimia, terdapat Serbuk bewarna putih lalu Dilarutkan dalam 50 ml air suling, dan diaduk. Pengadukan bertujuan untuk natrium benzoat larut dan homogen sehingga larutan bewarna putih susu. Kemudian Ditambahkan asam klorida pekat 10 ml sampai sumber pH larutan seimbang. Fungsi penambahan HCL ini untuk mengikat ion kalium dari garam kalium benzoat sehingga terbentuk asam benzoate dalam suasana asam sehingga didapatkan adanya endapan pada larutan. Lalu Disaring endapan putih tersebut menggunakan suction filtration sehingga Didapat asam benzoat mentah, Rekristalisasi produk menggunakan air, Ditambahkan air disini sebagai pelarut. Kemudian Didiamkan selama beberapa jam Agar mendapatkan kristal asam benzoatnya didapatkan Larutan menjadi kristal bening terakhir Dilakukan penyaringan dan pengeringan kristal bening tersebut Untuk mendapatkan asam benzoat yang murni didapatlah Asam benzoal yang dihasilkan adalah 7.5 gram.

 

Perlu kita ketahui bahwa penggunaan asam benzoat ini sering kali dipakai sebagai pengawet pada makanan daan minuman. Ternyata penambahan asam benzoat ini bisa menghambat pertumbuhan organisme pada makan atau minuman yang dapat mengakibatkan mudah basi atau rusak. Untuk semua metode sintesis, asam benzoat dapat dimurnikan dengan rekristalisasi dari air, karena asam benzoat larut dengan baik dalam air panas namun buruk dalam air dingin. Penghindaran penggunaan pelarut organik untuk rekristalisasi membuat eksperimen ini aman. Pelarut lainnya yang memungkinkan meliputi asam asetat, benzena, dan campuran etanol dan air. Asam benzoat memiliki rumus kimia (C5H5COOH) dengan bentuk berupa padatan kristal putih bberwarna putih. Struktur dari asam karboksilat aromatic ini adalah yang paling sederhana. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia lainnya.  Asam benzoat adalah zat pengawet yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoat disebut juga senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat pengawet ini dalam kedua makanan tersebut untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama untuk makanan yang telah dibuka dari kemasannya. Benzil alkohol merupakan suatu alkohol yang tak berwarna dan memiliki titik didih 205. Benzil alkohol dapat digunakan sebagai pelarut dan campuran dalam industri pembuatan cat.

 

X. PERTANYAN PASCA PRAKTEK

  1. pada percobaan diatas adanya penambahan asam klorida. Apa fungsi ditambahkannya asam klorida pada percobaan ini?
  2. pada percobaan diatas apa pengaruhnya dilakukannya rekristalisasi menggunakan air sama dengan menggunakan batu es?
  3. pada percobaan diatas tidak menggunakan refluk pada saat proses pemanasa, apa pengaruhnya terhadap hasil yang didapat?

XI. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :

  1. Benzaldehid merupakan suatu senyawa aldehid yang mempunyai gugus karbonil yang dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik dimana ion karbon dapat dihasilkan dari senyawa aldehid yang memiliki H alfa dengan basa kuat
  2. Reaksi yang terjadi adalah reaksi cannizarro dimana aldehid yang tidak memiliki hydrogen alfa bereaksi dengan basa kuat mengalami oksidasi dan reduksi serentak atau diproposikan menjadi asam benzoat atau benzil alkohol

 

XII. DAFTAR PUSTAKA

Astawan, W., Hasanah, Z.A dan Diyan,D. 2015. Analisis dan identifikasi Asam Benzoat dengan menggunakan esetofenon. Jurnal Farmasi Indonesia. Volume 2: 122-130.

Daintith, J,1994.Oxford: Kamus Lengkap Kimia.Rineka Cipta:Jakarta.

Fessenden, R.J dan Fessenden J.S., 1992, Kimia Organik Jilid I Edisi 3, Jakarta: Erlangga.

Hart,H. Crame, J.E dan Hart, D.J, 2014. Kimia Organik. Jilid I. edisi 3, A.B : Suminar Achmadi. Jakarta: Erlangga.

Tim Penuntun Kimia Organik 2, 2015, Penuntun Kimia Organik 2, Jambi:Universitas Jambi.

 

 

Komentar

  1. saya erma johar akan menjawab permsalahan no 1. ditambahkana sam klorida agar dpaat terbentuk asam benozat dalam suasana asam

    BalasHapus
  2. Denora Situmorang (056)
    2. Kristalisasi akan lebih cepat terjadi jika menggunakan es dibandingkan dengan menggunakan air biasa karena suhu pada es lebih rendah dibandingkan dengan air biasa.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya akan menjawab nomor 3.menurut saya tidak apa apa kareba dalam proses ini memang tidak ada refluks.terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK II (PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK OKSALAT)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERC. 2 PEMBUATAN SENYAWA ASAM OKSALAT

Laporan Praktikum Kimia Organik II (Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat)