Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik II "Perc. 7 Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkoloid)"
LAPORAN PRAKTIKUM
DISUSUN OLEH :
NABILAH ZAHRAH (A1C118026)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020VII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Pengamatan |
Tujuan |
Hasil Pengamatan |
|
1. |
Ditambahkan 10 gram kopi bubuk pada erlenmeyer |
|
|
|
2. |
Ditambahkan 4 gram natrium karbonat |
agar natrium karbonat akan bereaksi dengan banyak molekul berbeda di dalam kopi dan membuatnya lebih larut dalam air |
Adanya bubuk kopi dan natrium karbonat yang belum tercampur |
|
3. |
Ditambahkan 60 ml air suling |
Agar bubuk dari kopi dan natrium karbonat larut |
Larutan bewarna hitam |
|
4. |
Didihkan larutan tersebut di atas gelas arloji/hot plate selama 15 menit, Diaduk secara manual |
Kaca arloji bertujuan untuk membantu membatasi kehilangan sedikit air |
Larutan tetap bewarna hitam dan terdapat sedikit busa di atasnya |
|
5. |
Diaduk secara manual |
Untuk menghilangkan busa |
Larutan tidak lagi berbusa dan tetap bewarna hitam |
|
6. |
Dimatikan hot plate Setelah 15 menit dan Dibiarkan sebentar |
Agar larutan stabil |
Larutan tetatp bewarna hitam |
|
7. |
Dilakukan filter pada larutan dengan kertas saring dan erlenmeyer |
Menggunakan filter kopi agar tersaringnya bubuk kopi dalam larutan |
Terdapatnya larutan bewarna hitam dan adanya bubuk kopi basah di atas kertas saring |
|
8. |
Digoyangkan erlemeyer sedikit |
Agar mempercepat proses filtrasi |
|
|
9. |
Ditambahkan air panas |
Untuk membilas kertas saring yang masih terdapat bubuk kopi basah |
larutan tetap bewarna hitam dan masih ada bubuk kopi basah di atas kertas saring |
|
10 |
Ditambahkan 100 ml air suling mendidih lalu digoyangkan sedkit |
Untuk mempercepat penyaringan |
Larutan bewarna hitam dan adanya bubuk kopi di atas kertas saring yang tinggal sedikit |
|
11. |
Dibiarkan pada suhu ruangan |
Untuk mempercepat penyaringan |
Larutan bewarna hitam dan sedikit kental dan bubuk kopi yang telah mengering |
|
12. |
Masukan larutan ke corong pemisah, lalu ditambahakn 15 ml diklorometana |
Agar kafein akan mudah larut di dalam diklorometana dan akan ditarik dari air |
Larutan bewarna hitam |
|
13. |
Digoncang corong pisah dengan lembut |
Agar tidak terjadinya emulsi |
Terdapat 2 lapisan Lapisan atas : bewarna hitam Lapisan bawah : bewara bening |
|
14 |
Diulangi perlakuan No 13 dengan menambahkan 15 ml diklorometana dan kemudian 10 ml diklorometana |
|
Terdapat 2 lapisan Lapisan atas : bewarna hitam Lapisan bawah : bewara bening |
|
15 |
Dituangkan ekstrak pelarut organik (larutan bening) ke dalam corong pemisah yang bersih |
|
Larutannya keruh |
|
16 |
Ditambahkan larutan garam jenuh |
Agar larutan tidak lagi keruh dan larutan garam digunakan untuk mengikat air dari pelarut organik |
Terdapat lapisan bawah : larutan bewarna jernih (diklorometana) |
|
17 |
Ditambahkan larutan jernih dengan beberapa saringan molekuler, lalu diaduk |
Untuk menghilangkan air yang masih ada pada larutan |
larutan bewarna bening dengan butir bulat bewarna coklat |
|
18 |
Kemudiam didiamkan selama 20 menit dan larut an tersebut di masuk kan ke dalam relax kimia yang baru dan bersih |
Agar larutan tersebut sedikit larut, dan untuk gelas kimia yang berdih agar hasilnya itu baik dan meminimalisir zat pengotor |
Larutan berwarna masih berwarna bening |
|
19 |
Kemudian dipanaskan diatas hot plate sampai sesuai dengan titik didihnya |
Untuk menghilangkan diklorometana dan agar hasil nya itu tidak hagus |
Larutannya menjadi sedikit kuning dan tidak terdapat air lagi yg menempel di dasar gelax kimia dimana nanti nya aka Terbentuk sedikit kafein mentah |
|
20 |
Kemudian masuk kan kafein mentah tadi kedalam tabung reaksi dan direkristlisasi menggunakan kurang lebih 95% etanol. |
Untuk melarutkan kafein |
Larutannya kuning dan sedikit Keruh dan sedikit kental |
|
21 |
Kemudian larutan kental tersebut di masuk kan di saringan vakum dan di tempat kan di freezer selama beberapa menit |
Agar terbentuk kristal kafein yang kering |
Terbentuk kristal yang berwarna Putin dengan hasil akhir nya adalah 30ml gram |
VII. PERHITUNGAN
IX. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini yaitu isolasi senyawa bahan alam pada alkaloid. Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu agar dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam terutama pada alkaloid, dan agar dapat mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik. Alkaloid yaitu senyawa organic yang terdapat dialam dan biasanya bersifat basa dan terasa pahit. Alkaloid bersifat basa dikarenakan adanya atom Nitrogen pada molekul tersebut. Semua jenis alkaloida mengandung atom nitrogen paling tidak satu setiap molekul. Setiap alkaloid yang ditemukan dalam alam masing-masing mempunyai kemampuan biologis tertentu. Ada yang sangat berguna dalam kehidupan seperti pada bidang pengobatan, namun ada juga sebagian yang sangat beracun tergantung kemampuan biologisnya. Alkaloid ini biasanya diperlukan dalam bidang kesehatan seperti dalam pembuatan obat-obatan, baik obat ramuan tradisional maupun non tradisional.
Jadi pada langkah pertama dimasukan 10 gram kopi bubuk pada erlenmeyer lalu ditambahkan 4 gram natrium karbonat denga tujuan agar natrium karbonat akan bereaksi dengan banyak molekul berbeda di dalam kopi dan membuatnya lebih larut dalam air sehingga adanya bubuk kopi dan natrium karbonat yang belum tercampur. Lalu ditambahkan 60 ml air suling agar bubuk dari kopi dan natrium karbonat larut sehingga larutan bewarna hitam. Kemudian didihkan larutan tersebut di atas gelas arloji/hot plate selama 15 menit, Diaduk secara manual yang mana kaca arloji bertujuan untuk membantu membatasi kehilangan sedikit air larutan tetap bewarna hitam dan terdapat sedikit busa di atasnya. Diaduk secara manual, untuk menghilangkan busa sehingga
larutan tidak lagi berbusa dan tetap bewarna hitam. Setelah itu, dimatikan hot plate Setelah 15 menit dan dibiarkan sebentar, agar larutan menjadi stabil sehingga larutan tetatp bewarna hitam. Dilakukan filter pada larutan dengan kertas saring dan erlenmeyer, menggunakan filter kopi agar tersaringnya bubuk kopi dalam larutan sehingga terdapatnya larutan bewarna hitam dan adanya bubuk kopi basah di atas kertas saring. Lalu, digoyangkan erlemeyer sedikit agar mempercepat proses filtrasi. Kemudian, ditambahkan air panas untuk membilas kertas saring yang masih terdapat bubuk kopi basah sehingga larutan tetap bewarna hitam dan masih ada bubuk kopi basah di atas kertas saring.
Setelah itu, ditambahkan 100 ml air suling mendidih lalu digoyangkan sedkit untuk mempercepat penyaringan sehingga larutan bewarna hitam dan adanya bubuk kopi di atas kertas saring yang tinggal sedikit. Dibiarkan pada suhu ruangan untuk mempercepat penyaringan sehingga larutan bewarna hitam dan sedikit kental dan bubuk kopi yang telah mengering. Kemudian, masukan larutan ke corong pemisah, lalu ditambahakn 15 ml diklorometana agar kafein akan mudah larut di dalam diklorometana dan akan ditarik dari air larutan tetap bewarna hitam. Lalu, digoncang corong pisah dengan lembut agar tidak terjadinya emulsi sehingga terdapat 2 lapisan yang mana lapisan atas bewarna hitam dan lapisan bawah bewarna bening. Kemudian, dituangkan ekstrak pelarut organik (larutan bening) ke dalam corong pemisah yang bersih sehingga larutannya keruh. Ditambahkan larutan garam jenuh agar larutan tidak lagi keruh dan larutan garam digunakan untuk mengikat air dari pelarut organik sehingga terdapat lapisan bawah : larutan bewarna jernih (diklorometana). Ditambahkan larutan jernih dengan beberapa saringan molekuler, lalu diaduk untuk menghilangkan air yang masih ada pada larutan sehingga larutan bewarna bening dengan butir bulat bewarna coklat.
Kemudian, didiamkan selama 20 menit dan larut an tersebut di masuk kan ke dalam relax kimia yang baru dan bersih agar larutan tersebut sedikit larut, dan untuk gelas kimia yang berdih agar hasilnya itu baik dan meminimalisir zat pengotor sehingga larutan berwarna masih berwarna bening. Kemudian dipanaskan diatas hot plate sampai sesuai dengan titik didihnya untuk menghilangkan diklorometana dan agar hasil nya itu tidak hagus sehingga larutannya menjadi sedikit kuning dan tidak terdapat air lagi yg menempel di dasar gelax kimia dimana nanti nya aka Terbentuk sedikit kafein mentah. Lalu, masuk kan kafein mentah tadi kedalam tabung reaksi dan direkristlisasi menggunakan kurang lebih 95% etanol untuk melarutkan kafein sehingga larutannya kuning dan sedikit Keruh dan sedikit kental. Kemudian, larutan kental tersebut di masuk kan di saringan vakum dan di tempat kan di freezer selama beberapa menit agar terbentuk kristal kafein yang kering sehingga pada tahap akhir terbentuk kristal yang berwarna Putin dengan hasil akhir nya adalah 30ml gram.
Alkaloid merupakan senyawa basa nitrogen heterosiklik dan berada pada tumbuhan. Kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit contohnya seperti teh yang kami gunakan pada percobaan ini. Ekstraksi yaitu pemisahan beberapa suatu padatan atau cairan dengan dibantu pelarut, sedangkan sublimasi yaitu proses perubahan zat dari fasa padat menjadi uap, kemudian uap dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melaui fasa cair.
X. PERTANYAAN PASKA PRATIKUM
- pada langkah pertama percobaan isolasi senyawa alkanoid kami menggunakan natrium karbonat. Apa fungsi dari natrium karbonat tersebut?
- pada saat larutan dimasukan ke dalam corong pisah lalu ditambahkan diklorometana. Apa fungsi ditambahkannya diklorometana tersebut?
- pada saat praktikum, bagaimana pengaruh kadar air terhadap proses pemisahan?
XI. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah :
- Teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya alkaloid dapat dilakukan dengan cara ekstraksi,kemudian dapat pula dengan uji kromatografi dan refluks
- Sifat-sifat kimia alkaloid dengan reagennya , yaitu :
- Jika direkasikan dengan pereaksi mayer akan membentuk endapan kuning
- Jika direaksikan dengan pereaksi dragendrof akan membentuk endapan putih
XII. DAFTAR PUSTAKA
Aisyah,2013. Analisa Kafein dalam the bubuk dikota manado menggunkan spektrofotometri UV-VIS. Manado:Univ samratulangi
Murtono,2009. Kandungan Kafein dan Karakteristik Morfologi Pucuk Enam Genotipe Teh.Jurnal Nasional Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. Vol (2). No(2).
Slamet,1989. Organic Chemistry Tenth Edition. New Jersey. John Wiley &SSons, Inc.
Tim
Kimia Organik, 2019. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi :
Universitas
Jambi.
Utami, Nurul. 2008. Identifikasi Senyawa Alkohol dan Heksana Daun. FMIPA UNILA, Lampung. Hal: 136.


2. Diklorometana disini berfungsi sebagai pelarut yang baik yg berfungsi untuk melarutkam caffein sebagai zat yang akan di ekstraksi sehingga didapatkan senyawa tersebut .
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan no.3
BalasHapusAdapun pengaruh kadar air yakni jika semakin banyak kadar air pada filtrat maka proses pemisahan akan semakin lama. Namun sebaliknya jika kadar air semakin kecil maka proses pemisahana semakim cepat dan semakin cepat pula suatu filtrat membentuk kristal. Terimakasih :)
Baiklah saya Nurhalimah akan mencoba menjawab permasalahan no 1 yaitu pada langkah pertama percobaan isolasi senyawa alkanoid kami menggunakan natrium karbonat, apa fungsi dari natrium karbonat tersebut. Jadi fungsi natrium karbonat disini adalah untuk mengikat zat yg mengandung kopi (cafein) tersebut karena natrium karbonat sendiri itu bersifat basa sehingga ia mengikat zat tersebut. Terima kasih.
BalasHapus