JURNAL PERCOBAAN IX "ISOLASI BAHAN ALAM (FLAVONOID)"
JURNAL PRAKTIKUM
DISUSUN OLEH :
NABILAH ZAHRAH (A1C118026)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Isolasi Bahan Alam (Flavonoid)
II. Hari/Tanggal : Rabu, 25 November 2020
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari praktikum kali ini yaitu:
- Dapat mengetahui teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya flavonoid.
- Dapat mengenal sifat- sifat kimia flavonoid melalui reaksi pengenalan.
IV. Landasan Teori
Metabolit sekunder adalah molekul organik yang tidak terlibat secara langsung dalam peertumbuhan dan perkembangan normal dari suatu organisme. Sementara metabolit primer memiliki peranan penting dalam pertahanan hidup dari spesies, memainkan fungsi aktif dalam fotosintesis dan respirasi. Ketiadaan kandungan metabolit sekunder tidak mengakibatkan kematian langsung, melainkan dalam penurunan jangka panjang bertahan hidup organisme, sehingga dianggap ikut berperan dalam mekanisme pertahanan tubuhnya. Klasifikasi sederhana dari metabolit sekunder meliputi empat kelompok utama yaitu terpenoid (seperti senyawa-senyawa volatil (mudah menguap), glikosida jantung, karotenoid), steroid (seperti kolesterol, hormon adrenal), fenolat (seperti asam fenolik, kumarin, lignan, stilben, flavonoid, tanin dan lignin) dan alkaloid yang mengandung unsur nitrogen. Sejumlah teknik pemisahan tradisional dengan berbagai sistem pelarut dan pereaksi, telah digambarkan memiliki kemampuan untuk memisahkan dan mengidentifikasi metabolit sekunder (Ilyas, 2011).
Senyawa flavonoid merupakan metabolit sekunder terbesar yang dimiliki pada tanaman seledri. Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol yang terbesar. Senyawa flavonoid memiliki aktifitas antioksidan, antiinflamasi, antihepatotoksik, antitumor, antimikrobial, antiviral dan pengaruh terhadap sistem syaraf pusat. Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dan terdapat pada semua bagian tumbuhan terutama pada bagian daunnya (Rizal, 2011).
Flavonoid merupakan senyawa polar karena memiliki sejumlah gugus hidroksil yang tidak tersubstitusi. Pelarut polar seperti etanol, metanol, etilasetat, atau campuran dari pelarut tersebut dapat digunakan untuk mengekstrak flavonoid dari jaringan tumbuhan. Senyawa flavanoid pada daun seledri diekstraksi dengan metode refluks melalui proses pemisahan kandungan senyawa-senyawa aktif dengan cara panas (membutuhkan pemanasan pada prosesnya), ekstraksi dengan pelarut yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik (Hayani, 2004).
Senyawa flavonoid adalah senyawa polifenol yang mempunyai 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6- C3- C6 yaitu dimana ada dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. kandungan flavonoid dapat digambarkan sebagai deretan senyawa C6- C3- C6 artinya kerangka karbon yang terdiri atas gugus atau dua buah C6 (cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh rantai alifatik tiga karbon (Tim Kimia Organik, 2016).
Pemilihan pelarut yang tepat akan memberikan Efek keberhasilan yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam terhadap pelarut tersebut yang ternyata secara umumnya pelarut metanol merupakan senyawa yang polar. dimana isolasi dari senyawa flavonoid dengan pelarut metanol dan juga alkohol atau etanol 70%. pada hasil pertama menunjukkan bahwa pelarut dengan kepolaran yang lebih rendah dapat ekstraksi flavonoid dalam konsentrasi yang tinggi titik etanol dan etanol 70% merupakan pelarut yang aman dengan tingkat toksisitas yang rendah dibandingkan dengan pelarut metanol. selain itu juga konsentrasi dari flavonoid itu tinggi yang juga hanya dapat diisolasi dengan pelarut tersebut (Alfaridz, 2006).
V. Alat dan bahan
5.1. Alat
- Erlemeyer
- Gelas lamia
- Gelas ukur
- Lumpang
- Tabung Reaksi
- Corong Gelas
- Pipet Tetes
5.2. Bahan
- P. Dragendorf
- Kloroform
- NaOH padatan
- Pereaksi Mayer
- Etanol
- Iodine
- Plat Tetes
VI. Prosedur Kerja
- Direaksikan 0,5 gr simplisia + 10 ml etanol panas
- Disaring ekstrasi dan ditambah filtrate dan ditetesi HCl
- Ditambah ± 0,2 gr bubuk Magnesium
- Ditandai warna merah tua, contoh flavonoid (Cara ujinya shinoda Mg + HCl)
Cara uji flavonoid
- Ditambahkan ekstrak etanol dengan 2 tetes NaOH 10%
- Ditandai dengan warna kuning, orange, merah
- Dibandingkan untuk, ukuran flavonoid dalam contoh tumbuhan digunakan sebutir kecil ketekin yang dianggap flavonoid dalam simplisia
Video terkait pada pratikum ini adalah :
VII. Pertanyaan Pra Praktek
- Apa fungsi diberikannya etanol pada pratikum kali ini?
- Pada pratikum kali ini bagaimana pemilihan pelarut yang tepat yang memberikan efek keberhasilan yang tinggi?
- Pada pratikum isolasi flavonoid ini setelah disaring ekstraksi dan ditambahkan filtrat lalu ditetesi HCl. Apa fungsi dari penambahan HCl ini?
Dapus :
Hayani, Eni, dan Fatimah, Tjitjah. 2004. Identifikasi Komponen Kimia dalam Biji Mengkudu (Morinda citrifolia L.). Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.
Ilyas,Asriany. Kimia Organik Bahan Alam. Makassar,
UIN-Press, 2013.
Rizal, Rahmat. 2011. Isolasi, Identifikasi dan Uji Bioaktivitas Insektisida Isolat dari Ekstrak n-Heksana Kulit Batang Tumbuhan Toona sinensis (A. Juss) Roem (Meliaceae). Surabaya: Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan no.3
BalasHapusAdapun fungsi ditambahkannya HCl yakni agar filtrat yang diperoleh lebih murni dan proses isolasi berjalan dengan sempurna dan maksimal dimana tidak adanya zat pengotor. Terimakasih :)
Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.1
BalasHapusPada percobaan ini, etanol berfungsi sebagai pelarut untuk melarutkan dan menghomogenkan larutan sehingga setelah larut akan dilakukan pengujian isolasi flavonoid dan juga etanol digunakan untuk menghilangkan zat-zat pengotor dari simplisia tersebut.
Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no. 2
BalasHapuspemilihan pelarut yang tepat yang memberikan efek keberhasilan yang tinggi adalah pelarut yang bersifat polar. Terimakasih