LAPORAN PRATIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN IV (PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)
LAPORAN PRAKTIKUM
DISUSUN OLEH :
NABILAH ZAHRAH (A1C118026)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020VII. DATA PENGAMATAN
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL PENGAMATAN |
|
1. |
Dimasukkan 13 gram asam salisilat kedalam Erlenmeyer |
Serbuk asam silisilat berwarna putih susu |
|
|
2. |
Ditambahkan 60 ml methanol kedalam Erlenmeyer dan diaduk menggunakan tangan dan didiamkan beberapa menit |
Agar asam salisilat larut didalam methanol ( reaksi esterifikasi ) |
Larutan berwana keruh ( sebagian asam salsilat larut didalam methanol ) |
|
3. |
Ditambahkan 8 ml asam sulfat pekat kedalam erlenmeyer secara perlahan sembari diaduk |
Asam sulfat sebagai katalisator ( untuk mempercepat laju reaksi ) |
Larutan berubah wanra menjadi kecoklatan |
|
4. |
Dipanaskan larutan menggunakan hot plate hingga mencapai suhu 62,4 C ( 4 jam ) dan dimatikan hot plate |
Untuk mempercepat jalannya reaksi |
Terbentuk minyak kecoklatan dan terdapat Kristal berwarna kehitaman yang menggumpal dan banyak |
|
5. |
Disiapkan masing-masing 50 ml air dimasukkan kedalam gelas kimia ( 2 buah ) kemudian masukkan kedalam lemari es, dan disiapkan juga 50 ml larutan jenuh soda kue |
Digunanakan untuk membuat metil salsilat lebih murni dan menetralkan asam |
|
|
6. |
Dimasukkan larutan metil salisilat tadi kedalam corong pisah |
Untuk memisahkan larutan metil salsilat |
|
|
7. |
Ditambahkan 50 ml air suling dingin kedalam corong pisah |
Untuk memisahkan metil salsilat dari methanol |
Larutan menjadi berwarna putih seperti berbusa dan terdapat Kristal hitam kecil-kecil |
|
8. |
Digoncangkan corong pemisah sambil sesekali dikeluarkan gas nya dan didiamkan selama 10/15 menit |
Untuk memisahkan metil salislat dari air |
Terdapat minyak kecoklatan yang masih terdapat air |
|
9. |
Dikeluarkan minyak dari corong pemisah |
||
|
10. |
Dimasukkan kembali kedalam corong pemisah dan ditambah 50 ml air suling dingin untuk ke dua kalinya |
Untuk mendapatkan minyak yang terbebas dari kandungan air |
|
|
11. |
Dimasukan kembali minyak tadi kedalam corong pemisah dan ditambhkan larutan jenuh soda kue |
Untuk menetralkan asam |
Terbentuk 2 lapisan Lapisan atas : keruh Lapisan bawah : coklat
Didapatkan hasil : 6,3 ml metil salisilat / minyak gandapura |
VIII. PERHITUNGAN
IX. PEMBAHASAN
Percobaan ini dilakukan untuk membuat suatu senyawa organik Ester metil salisilat yang sering disebut dengan minyak Gandapura. dimana percobaan ini bertujuan untuk memahami cara pembuatan metil salisilat atau minyak Gandapura dengan menggunakan asam salisilat dan metanol, lalu untuk mengetahui bahwasanya benar minyak Gandapura adalah senyawa Ester karboksilat, kemudian menentukan sifat fisik dan sifat kimia dari senyawa ini Dan Terakhir mengetahui apa-apa saja reaksi pembuatan senyawa Ester metil salisilat atau sintesis minyak Gandapura. dimana pada percobaan ini dipergunakan H2 so4 sebagai katalisator kuat dalam reaksi untuk mencapai kesetimbangan.
Di mana Reaksi yang terjadi adalah reaksi esterifikasi. esterifikasi adalah reaksi dari asam karboksilat dengan metanol atau alkohol dan nantinya akan menghasilkan Ester dan air titik metil salisilat adalah salah satu produk yang dapat dihasilkan dari reaksi esterifikasi ini. percobaan ini dilakukan dengan sintesis metil salisilat atau membuat metil salisilat dengan menggunakan esterifikasi yang menggunakann hot plate. Pada percobaan ini digunakan bahan-bahan yang dasar dan hampir sesuai dengan literatur atau sebagaimana harusnya. dimana metil salisilat Ini mengandung total salisilat dengan konsentrasi tinggi titik konsentrasi minyak Gandapura 20 kali lebih besar daripada konsentrasi salisilat 93-98%. salisilat sebagiannya disebut oleh gatiltherin yang merupakan konjugasi metil salisilat dengan dia sakarida, ketika jaringan tubuh tumbuhan rusak ataupun tersayat, maka gatiltherin akan secara enzimatis menjadi metil salisilat dan terlepas titik proses ini diduga bagian sistem pertahanan dan juga tumbuhan Gandapura.
Pada percobaan ini hal pertama yang dilakukan adalah masukkan 13 gram asam salisilat kedalam Erlenmeyer lalu Ditambahkan 60 ml methanol kedalam Erlenmeyer dan diaduk lalu didiamkan beberapa menit sehingga Larutan berwana keruh ( sebagian asam salsilat larut didalam methanol ). Ditambahkan 8 ml asam sulfat pekat kedalam erlenmeyer secara perlahan sembari diaduk hasilnya Larutan berubah wanra menjadi kecoklatan. Lalu Dipanaskan larutan menggunakan hot plate hingga mencapai suhu 62,4 C ( 4 jam ) dan dimatikan hot plate tujuannya agar mempercepat proses jalannya reaksi sehingga terbentuk minyak kecoklatan dan terdapat Kristal berwarna kehitaman yang menggumpal dan banyak. Setelah itu, Disiapkan masing-masing 50 ml air dimasukkan kedalam gelas kimia ( 2 buah ) kemudian masukkan kedalam lemari es, dan disiapkan juga 50 ml larutan jenuh soda kue tujuannya ialah untuk membuat metil salsilat lebih murni dan menetralkan asam. Lalu, Dimasukkan larutan metil salisilat tadi kedalam corong pisah.
Selanjutnya Ditambahkan 50 ml air suling dingin kedalam corong pisah yang bertujuan Untuk memisahkan metil salsilat dari methanol sehingga Larutan menjadi berwarna putih seperti berbusa dan terdapat Kristal hitam kecil-kecil. Setelah itu, Digoncangkan corong pemisah sambil sesekali dikeluarkan gas nya dan didiamkan selama 10/15 menit hasilnya Terdapat minyak kecoklatan yang masih terdapat air. Kemudian, Dikeluarkan minyak dari corong pemisah lalu Dimasukkan kembali kedalam corong pemisah dan ditambah 50 ml air suling dingin untuk ke dua kalinya Untuk mendapatkan minyak yang terbebas dari kandungan air. Terakhir Dimasukan kembali minyak tadi kedalam corong pemisah dan ditambhkan larutan jenuh soda kue Untuk menetralkan asam sehingga mendapatkan hasil akhir terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas menjadi keruh sedangkan Lapisan bawah bewarna coklat. Sehingga didapatkan hasil 6,3 ml metil salisilat / minyak gandapura. Sehingga dari hasil diatas bisa kita dapatkan rendemen sebesar 44,027% dimana hasil rendemen tidak terlalu tinggi menurut literature seharusnyaa rendemen yang dihasilkan itu tinggi,nah kesalahan ini bisa terjadi dikarenakan bahan yang digunakan salah atau terkontaminasi zat lain,dan juga langkah pengerjaan yang salah.
X. PERTANYAAN PASCA PRAKTEK
- Pada link video yang kami dapatkan proses pemanasan menggunakan hotplat yang seharusnya menggunakan refluks. apakah pengaruhnya terhadap hasil yang diperoleh?
- apakah tujuan dari ditambahkannya larutan jenuh soda kue dalam pratikum kali ini?
- Pada proses reaksi esterifikasi sebutkan dan jelaskan faktor apa yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari percobaan ini?
XI. KESIMPULAN
Baiklah dari percobaan diatas dapat disimpulkan :
- Reaksi esterifikasi adalah reaksi yang mereaksikan sebuah devirat asam karboksilat (asam salisilat) dan alcohol primer (methanol) pada suasana asam dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang tinggi untuk menghasilkan senyawa utama berupa ester dan produk samping berupa air.
- Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi.
XII. DAFTAR PUSTAKA
Apryanti, Fini., 2016, Sintesis Metil Saisilat., Malang: Universitas Brawijaya.
Driying Extraction. Jurnal Teknik Industri. Vol.15.No.2. Fakultas Teknik UNDIP.
Fessenden dan Fessenden., 1981, Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid 2., Jakarta: Erlangga.
Firdaus., 2009, Teknik Laboratorium dan Penuntun Praktikum Kimia Organik., Makasar: Universitas Hasanuddin.
Priyono, K. 2015. Optimasi Produk Goultherin dari Gandapura dengan Teknologi Mixed.
Tim Kimia Organik II. 2019. Penuntun Pratikum Kimia Organik II. Jambi: Universitas Jambi.



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permaslahn yg no 3 yaitu Pada proses reaksi esterifikasi sebutkan dan jelaskan faktor apa yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari percobaan ini?
BalasHapusJadi factor yang mempengaruhi keberhasilan itu kalau menurut saya dari suhu, aasam salisilatnya murni tidak. Dan bisa juga dari pemanasannay
baiklah saya Dewi Mariana Elisabeth akan menjawab permasalahan no 2
BalasHapuskegunaan soda kue pada percobaan kali ini ialah untuk menetralkan asam dan membuat metil salisilat yang dapat lebih murni
terimakasih
1. Menurut saya untuk pengaruh penggunaan hot plate atau refluks hasil yang lebih murni menurut saya ialah yang menggunakan refluks
BalasHapus