Laporan Percobaan 08 "Isolasi Senyawa Bahan Alam (Steroid dan Terpenoid)"

 

LAPOPRAN RAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II
 

 

DISUSUN OLEH :

NABILAH ZAHRAH (A1C118026)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020
 

VIII. DATA PENGAMATAN

A.STEROID

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

Ditimbang alga merah  sebanyak 20 gr ,lalu ditambahkan methanol 100 ml, digoncang selama 3 jam.

 

Penambahan methanol bertujuan untuk melarutkan sampel .

 

Larutan berwarna  hijau pekat 

Disaring larutan menggunakan corong bucner 

 

Tujuan disaring untuk memisahkan ekstrak dan pelarut.

 

 

Larutan berwarna hijau bening

 

Selanjutnya larutan tadi dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator

 

Bertujuan mengubah larutan dari bentuk cair menjadi uap.

 

Berubah warna menjadi hijau gelap

 

Kemudian dialiri gas N2

Dan terdapat hasill ekstraksi

 

N2 bertujuan menghilangkan sisa pelarut

 

Hasil ekstraksi berwarna hijau pekat

Setelah didapatkan hasil ekstraksi dihidrolisis dengan menambahkan 5 ml asam klorida.lalu di aduk menggunakan magnet stiring selama 1 jam

 

untuk memutus ikatan glikosida glycan

 

Larutan berwarna hijau

 

Lalu ditambahkan natrium bikarnonat hingga ph netral.lalu diekstraksi dengan petroleum eter dan methanol lalu dipisahkan atara fasa organic dan airnya .

 

Untuk menghentikan reaksi hidrolisi

 

Terdapat dua lapisan , lapisan atas berwarna hijau pekat dan lapisan bawah berwarna coklat keruh

 

Dipekatkan hasil larutan dengan evaporator

 

Evaporator bertujuan untuk memastikan bahwa pelarut tidak ada

 

Terdapat hasil lapisan atas berwarna hijau ,lapisan tengah berwarna coklat dan lapisan bawah berwarna bening

B.TERPENOID

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

Dipotong-potong daun jeruk purut

 

Untuk memperkecil ukuran daun jeruk purut

 

Didapatkan daun jeruk purut kecil-kecil

 

Ditimbang daun yang telah dipotong-potong sebanyak 100 gr, lalu dimasukkan kedalam labu destilat dan ditambahkan 300 ml air, dilakukan destilasi dengan suhu 40oc

 

Untuk memisahkan minyak atsiri dan air

 

Didapatkan minyak atsiri sebanyak 1,2 ml

 

Dilakukan identifikasi senyawa dengan metode Kromatografi Lapis tipis (KLT), bagian atas bejana  diolesi oleh vaselin dan dimasukkan etil asetat dan n heksana, lalu dimasukan kertas penjenuh, kemudian bejana ditutup dengan kaca

 

Diolesi vaselin agar udara tidak keluar saat bejana ditutup

Etil asetat dan n heksana berfungsi sebagai fase gerak pada proses KLT

Kertas penjenuhan untuk melihat sejauh mana proses penjenuhan

 

Didapatkan kertas penjenuhan telah basah semua yang menandakan bejana telah jenuh

 

Ditotolkan sampel dan isolat baku pada silica gel, lalu dimasukan kedalam bejana

 

Untuk memisahkan komponen pada sampel dan isolate baku

 

Didapatkan fase gerak mencapai batas akhir dan komponen dari sampel dan isolate yang ikut begerak bersama pelarut

 

Dimati hasil pemisahan pada silica gel menggunakan sinar UV 254 lalu digambar spot yang muncul pada kertas kalkir, lalu disemprot dengan reagen vanillin etanolik dan H2SO4, dikeringkan dan dimasukkan kedalam oven

 

Disinari UV agar dapat dilihat Spot yang terdapat pada silica gel

Dilakukan penyemprotan bertujuan untuk memecahkan senyawa pada plat KLT agar dapat diamati oleh sinar tampak

Dimasukan dalam oven untuk mengeringkan silica gel

 

Didapatkan bercak/jejak pemisahan dari sampel dan isolate baku yang berwarna pada silica gel

 

 

IX.PEMBAHASAN

Pada percobaan ini kita membahas tentang uji steroid dan terpenoid.

A.STEROID

            Pada langkah pertama yang kami lakukan adalah Ditimbang alga merah  sebanyak 20 gr ,lalu ditambahkan methanol 100 ml, digoncang selama 3 jam,dimana Penambahan methanol bertujuan untuk melarutkan sampel,dan didapatkan lah hasil  larutan berwarna  hijau  pekat.selanjutnya diisaring larutan menggunakan corong bucner,adapun tujuan nya disaring untuk memisahkan ekstrak dan pelarut,maka didapatkan lah hasil larutan berwarna hijau bening.Kemudian larutan tadi dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator,dimana tujuan nya disini sebagai mengubah larutan dari bentuk cair menjadi uap,dan kami mendapatkan hasilnya warna berubah menjadi hijau gelap.

            Pada langkah selanjutnya dialiri gas NDan terdapat hasill ekstraksi,dimana N2 bertujuan menghilangkan sisa pelarut,dan di dapatkan hasil ekstraksi berwarna hijau pekat.kemudian  Setelah didapatkan hasil ekstraksi dihidrolisis dengan menambahkan 5 ml asam klorida.lalu di aduk menggunakan magnet stiring selama 1 jam,dimana tujuannya untuk memutus ikatan glikosida glycan,dan didapatkanlah hasilnya Larutan berwarna hijau.Kemudian ditambahkan natrium bikarnonat hingga ph netral.lalu diekstraksi dengan petroleum eter dan methanol lalu dipisahkan atara fasa organic dan airnya,dimana tujuan nya untuk menghentikan reaksi hidrolisi,terdapat hasil nya Terdapat dua lapisan , lapisan atas berwarna hijau pekat dan lapisan bawah berwarna coklat keruh.Pada langkah terakhir Dipekatkan hasil larutan dengan evaporator dengan tujuan Evaporator bertujuan untuk memastikan bahwa pelarut tidak ada,didapatkan lah hasil akhirnya yaitu Terdapat hasil lapisan atas berwarna hijau ,lapisan tengah berwarna coklat dan lapisan bawah berwarna bening.

B.TERPENOID

Pada pecobaan kedua ini adalah penelitian isolasi terpenoid.Dimana pada langkah pertamanya dipotong-potong daun jeruk purut,dimana tujuan di potong potong untuk memperkecil ukuran daun jeruk purut,dan di dapatkan lah hasil didapatkan daun jeruk purut kecil-kecil.Pada langkah selanjutnya ditimbang daun yang telah dipotong-potong sebanyak 100 gr, lalu dimasukkan kedalam labu destilat dan ditambahkan 300 ml air, dilakukan destilasi dengan suhu 40oc.disini tujuan nya untuk memisahkan minyak atsiri dan air,dan di dapatkan hasil minyak astiri sebanyak 1,2 ml.Langkah selanjutnya dilakukan identifikasi senyawa dengan metode Kromatografi Lapis tipis (KLT), bagian atas bejana  diolesi oleh vaselin dan dimasukkan etil asetat dan n heksana, lalu dimasukan kertas penjenuh, kemudian bejana ditutup dengan kaca,dengan tujuan diolesi vaselin agar udara tidak keluar saat bejana ditutup etil asetat dan n heksana berfungsi sebagai fase gerak pada proses KLT kertas penjenuhan untuk melihat sejauh mana proses penjenuhan,dan didapat kan hasil dimana didapatkan kertas penjenuhan telah basah semua yang menandakan bejana telah jenuh.

Pada langkah selanjutnya ditotolkan sampel dan isolat baku pada silica gel, lalu dimasukan kedalam bejana,tujuannya untuk memisahkan komponen pada sampel dan isolate baku,dan didapatkan hasil fase gerak mencapai batas akhir dan komponen dari sampel dan isolate yang ikut begerak bersama pelarut.pada langkah terakhir  Dimati hasil pemisahan pada silica gel menggunakan sinar UV 254 lalu digambar spot yang muncul pada kertas kalkir, lalu disemprot dengan reagen vanillin etanolik dan H2SO4, dikeringkan dan dimasukkan kedalam oven,dan tujuan nya Disinari UV agar dapat dilihat Spot yang terdapat pada silica gelDilakukan penyemprotan bertujuan untuk memecahkan senyawa pada plat KLT agar dapat diamati oleh sinar tampak Dimasukan dalam oven untuk mengeringkan silica gel,dan di dapat hasil akhirnya yaitu Didapatkan bercak/jejak pemisahan dari sampel dan isolate baku yang berwarna pada silica gel.

X.PERTANYAAN PASKA PRAKTEK

1.     apa perbedaan yang paling mendasar dari isolasi steroid dan terpenoid pada percobaan ini?

2.     pada percobaan streroid Setelah didapatkan hasil ekstraksi dihidrolisis dengan menambahkan 5 ml asam klorida. Apa fungsi ditambahkannya asam klorida pada percobaan isolasi streroid?

3.     pada percobaan terpenoid mengapa hasil pemisahan pada silika gel diamati menggunakan sinar UV 254?

XI. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : 

  1. Teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya pada steroid dan terpenoid yaitu elektron. Ekstraksi yang dipakai adalah serasi yang mana merupakan gerak dan sampel padat dalam kurung simplisia dengan menggunakan pelarut metanol 

  2. Sifat fisik dari steroid dan terpenoid dapat dilihat dari terjadinya oksidasi, warna berubah gelap, mempunyai bau yang khas, indeks batas tinggi bersifat optik aktif, karena lebih kerapatan lebih rendah daripada air. Sifat kimianya adalah senyawa yang tak jenuh dan berbentuk spiral.

XII. DAFTAR ISI

Fajar, dkk. 2014. Isolasi dan Uji Antibakteri Senyawa Terpenoid Ekstrak N-Heksana Rimpang Lengkuas Merah (Alina Purparalat). Vol. 2 No. 1.

Ilyas,Asriany. Kimia Organik Bahan Alam. Makassar, UIN-Press, 2013.

Kusuma, Galih Arif, dkk. “Uji Daya Hambat Dari Ekstrak Tanaman Pacar Air (Impatiens Balsamina L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophilia”.Jurnal Ilmiah. Vol. 2 No. 4, Manado: UNSRAT, 2009: 01-05

Surgelita, dkk. 2017. Isolasi dan Karakteristik Senyawa Steroid dalam Cemara Natal (Cupresson Funelaris). Vol. 10, No. 1.

Tim Kimia Organik II. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : UNJA.

 

Komentar

  1. saya erma johar (031) akan menjawab no 3. tujuan nya Disinari UV agar dapat dilihat Spot yang terdapat pada silica gel

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. baiklah saya Dewi Mariana Elisabeth (029) akan menjawab permasalahan no 1
    menurut saya perbedaan mendasar ialah reagent penguji dan juga metode pengujian yang dilakukan
    terimakasih

    BalasHapus
  4. 2. fungsi ditambahkannya asam klorida pada percobaan isolasi streroid, jadi fungsi HCl disini adalah sebagai katalis yg mana untuk mempercepat terjadinya reaksi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK II (PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK OKSALAT)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERC. 2 PEMBUATAN SENYAWA ASAM OKSALAT

Laporan Praktikum Kimia Organik II (Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat)