Laporan Percobaan 11 "Uji Karbohidrat"

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

 



 

DISUSUN OLEH :

NABILAH ZAHRAH (A1C118026)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

VII. DATA PENGAMATAN

·         Uji Mollish

 

NO

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.

Dimasukkan 2 ml masing-masing sampel kedalam tabung reaksi dan ditambahkan H2SOmelalui bibir tabung sampai terbentuk cincin ungu pada tabung reaksi

Tabung 1 : Laktosa

Tabung 2 : Sorbitol

Tabung 3 : Sukrosa

Tabung 4 : Kanji

Untuk mengetahui apakah terdapat kandungan karbohidrat dari masing-masing sampel yang ditandai timbulnya warna ungu (cincin ungu) pada tabung reaksi

Tabung 1 : terdapat cincin ungu di dalam tabung reaksi

Tabung 2 : terdapat sedikit cincin ungu dalam tabung reaksi

Tabung 3 : terdapat cincin ungu di dalam tabung reaksi

Tabung 4 : terdapat cincin ungu sedikit sekali

 

·         Uji Benedict

 

NO

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.

Disiapkan 4 tabung reaksi yang sudah diberi label masing-masing sampel

Pemberian label agar memudahkan peneliti mengamati sampel

Disiapkan 4 tabung reaksi yang sudah diberi label masing-masing sampel

2.

Dimasukkan 8 tetes masing-masing larutan sampel kedalam 4 tabung reaksi sesuai dengan label yang telah diberi tadi menggunakan pipet tetes

Sampel 1 : Terigu 1%

Sampel 2 : Gula Tropicana Slim 1%

Sampel 3 : Gula Pasir 1 %

Sampel 4 : Madu 1 %

Untuk dilakukannya uji benedict pada 4 sampel yang kita gunakan

-

3.

Ditambahkan 5 ml fraksi benedict kedalam masing-masing tabung reaksi yang sudah berisi bahan yang akan diuji

Larutan benedict digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu sampel

Warna 4 sampel sebelum dilakukannya pemanasan yakni berwarna biru

4.

Didihkan masing-masing sampel dalam penangas air selama 5 menit

Fungsi pemanasan menggunakan penangas air yakni untuk mempercepat proses reaksi sehingga perubahan warna akan cepat terbentuk

-

5.

Biarkan sampel menjadi dingin dan amati perubahannya

Untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi

Sampel 1 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru)

Sampel 2 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru)

Sampel 3 : Adanya perubahan warna menjadi biru kehijauan

(Positif mengandung Gula Pereduksi)

Sampel 4 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru)

 

·         Uji Iodium

 

NO

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.

Disiapkan bahan

1. Singkong rebus

2. Mie instan ditumbuk halus

3. Roti

4. Biskuit yang sudah di tumbuk

5. Selai kelapa

6. Potongan apel

Diteteskan 1-2 tetes betadine kepada masing-masing bahan

Betadine digunakan untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing-masing bahan

Betadine mulai terserap kedalam masing-masing bahan

2.

Didiamkan beberapa saat

Didiamkan agar betadine benar-benar terserap oleh bahan yang di uji

1.      Pada singkong rebus terdapat warna biru tua kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat)

2.      Pada mie terdapat warna hitam atau biru kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat)

3.      Pada roti terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat)

4.      Pada biskuit terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat)

5.      Pada selai kelapa terdapat warna hitam atau ungu tua (Positif mengandung Karbohidrat)

6.      Pada apel menjadi warna biru tua tetapi hanya sedikit perubahan warna yang terjadi (Positif mengandung Karbohidrat)

 

 

VIII. PEMBAHASAN

Karbohidrat adalah salah satu zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh selain protein dan lemak, karena karbohidrat digunakan sebagai sumber energi paling utama karbohidrat banyak terdapat pada tumbuhan dan binatang dimana karbohidrat merupakan sumber energi yang melalui proses metabolisme. dengan rumus umum dari karbohidrat yaitu Cn (H2O)n sedangkan yang paling banyak Kita kenal yaitu glukosa sukrosa selulosa. pada praktikum kali ini akan dilakukan beberapa pengujian karbohidrat dengan berbagai uji yang ada untuk mengetahui kandungannya sebagai berikut ujinya:

 

 8.1 Uji Molisch

     Uji molisch lakukan dengan tujuan untuk menguji ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam suatu bahan makanan. Suatu bahan makanan yang diuji dikatakan mengandung atau termasuk karbohidrat jika uji menandakan reaksi positif yaitu dengan terlihatnya cincin yaitu ungu pada larutan yang sudah ditetesi pereaksi molisch sebelumnya. uji ini sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis oleh asam pekat menjadi senyawa kultural atau senyawa kultural tersubstitusi seperti hidroksimetil furfural. warna yang terjadi disebabkan oleh kondensasi kultural atau di derivatnya dengan alfa naftol. Pada praktikum kali ini uji molisch dilakukan dengan memasukkan 2 mili masing-masing sampel ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan asam sulfat melalui bibir tabung sampai terbentuk cincin ungu pada tabung reaksi. Pada Tabung 1 : Laktosa, Tabung 2 : Sorbitol, Tabung 3 : Sukrosa, Tabung 4 : Kanji. Fungsi dilakukan perlakuan ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat kandungan karbohidrat dari masing-masing sampel yang ditandai timbulnya warna ungu pada tabung reaksi. didapatlah hasil yaitu pada tabung 1 terdapat cincin ungu di dalam tabung reaksi, lalu tabung 2 terdapat sedikit cincin ungu dalam tabung reaksi.  Selanjutnya adalah tabung 3 terdapat cincin ungu di dalam tabung reaksi , dan yang terakhir tabung 4 terdapat cincin ungu sedikit sekali.

 

8.2 Uji Benedict

    Pada prinsipnya uji Benedict merupakan uji yang di larutan tembaga yang basah direduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan terbentuk tembaga oksida yang berwarna kuning sampai merah. tembaga sulfat dalam reagen benedict akan bereaksi dengan monosakarida. pada perlakuan yang pertama adalah dimasukkan 8 tetes masing-masing larutan sampel ke dalam 4 tabung reaksi sesuai dengan label yang telah diberi menggunakan pipet tetes di mana

Sampel 1 : Terigu 1%

Sampel 2 : Gula Tropicana Slim 1%

Sampel 3 : Gula Pasir 1 %

Sampel 4 : Madu 1 % 

Dilakukannya perlakuan ini bertujuan untuk dilakukannya uji Benedict pada 4 sampel yang berbeda lalu ditambahkan 5 mili fraksi Benedict ke dalam masing-masing tabung reaksi tadi yang sudah berisi bahan yang akan diuji tujuannya ini adalah larutan Benedict ini digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu sampel dengan hasil warna 4 sampel sebelum dilakukan pemanasan yaitu yakni berwarna biru. lalu perlakuan selanjutnya adalah mendidihkan masing-masing sampel dalam penangas air selama 5 menit, fungsi pemanasan di sini menggunakan penangas yakni untuk mempercepat proses reaksi sehingga perubahan warna akan cepat berbentuk. lalu dibiarkan sampel tersebut menjadi dingin dan diamati perubahannya tujuan disini adalah untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi di mana pada sampel 1 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru), sampel 2 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru), sampel 3 : Adanya perubahan warna menjadi biru kehijauan (Positif mengandung Gula Pereduksi) dan sampel 4 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru).

 

8.3 Uji Iodium

 

    Uji iodium merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pengujian mengandung iodium dan Pati yang dapat membentuk ikatan Kompleks berwarna biru. Pada praktikum kali ini digunakan bahan yaitu : Singkong rebus, Mie instan ditumbuk halus, Roti, Biskuit yang sudah di tumbuk, Selai kelapa 6. Potongan apel. Lalu diteteskan 1 sampai 2 tetes betadin kepada masing-masing bahan tujuan digunakan Betadine ini adalah untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing-masing bahan dengan hasil betadin mulai terserap ke dalam masing-masing bahan tersebut. lalu perlakuan selanjutnya adalah didiamkan beberapa saat tujuannya adalah agar Betadine benar-benar terserap oleh bahan uji di mana pada singkong rebus terdapat warna biru tua kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat), pada mie terdapat warna hitam atau biru kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat), pada roti terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat) , pada biskuit terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat), pada selai kelapa terdapat warna hitam atau ungu tua (Positif mengandung Karbohidrat) dan pada apel menjadi warna biru tua tetapi hanya sedikit perubahan warna yang terjadi (Positif mengandung Karbohidrat)

 

IX. PERTANYAAN PASCA PRAKTEK

  1. pada percobaan uji karbohidrat ini diantara uji molisch, benedict, dan iodium ini manakah yang paling efektif dan sering digunakan pada pengujian karbohidrat?
  2. Pada uji molisch apa fungsi ditambahkannya H2SO4 
  3. Pada uji benedict dilakukannya proses pemanasan selama 5 menit. Apa tujuan dari proses pemanasan tersebut dan bagaimana jika proses pemanasan dilakukan lebih/kurang dari 5 menit?

X. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan :

  1.  Karbohidrat terdiri dari 3 golonngan, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida. 
  2. Adapun sifat fisis dari monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organic. 
  3. Adapun pereaksi yang digunakan dalam uji ini yaitu pereaksi molisch, pereaksi iod dan pereaksi benedict. 
  4. Adapun hasil yang didapatkan pada uji karbohidrat ini yaitu pada uji molich positif mengandung karbohidrat bila terbentuk warna violet atau ungu pada tabung reaksi, pada uji iod, positif mengandung amilum (polisakarida) bila berwarna biru atau ungu pekat dan pada uji benedict positif monosakarida (glukosa) bila terbentuk larutan berwarna merah bata.

 

XI. DAFTAR PUSTAKA

Almatsier. S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Nita, N dkk. 2014. Diversifikasi Pangan Sumber Karbohidrat Canna edukis ken (ganyong) : Jurnal Al-Azhar Indonesia Seni Sains dan Teknologi. Vol 2. No 4

Sirajuddin, S dan Najamuddin, U. 2011. Penuntun Praktikum Biokimia. Makassar : 

       Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Sumardjo. 2009. Kimia Organik Dasar. Jakarta : UI Press.

 

Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II, 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi  

Komentar

  1. Nur khalishah (052)
    No 3. fungsi pemanasan di sini menggunakan penangas yakni untuk mempercepat proses reaksi sehingga perubahan warna akan cepat berbentuk. Jika kurang dari 5 menit maka reaksi cenderung berjalan lambat dan perubahan warna pun juga akan ikut lambat terjadi

    BalasHapus
  2. Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 2.
    Pada uji molisch ini fungsi ditambahkannya H2SO4 adalah untuk mengetahui apakah terdapat kandungan karbohidrat dari masing-masing sampel yang terdapat pada ke empat tabung reaksi.

    BalasHapus
  3. Denora Situmorang (056)
    menurut saya semuanya efektif dalam pengujian karbohidrat tergantung faktor-faktor yang mendukung dalam pengujian tersebut.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK II (PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK OKSALAT)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERC. 2 PEMBUATAN SENYAWA ASAM OKSALAT

Laporan Praktikum Kimia Organik II (Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat)