JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 13 “ UJI LEMAK”


 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II
 

 

DISUSUN OLEH :

NABILAH ZAHRAH (A1C118026)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

I. Judul                       Uji Lemak
II. Hari/Tanggal        Jumat, 17 Desember 2020
III. Tujuan                 : Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1.      Dapat mengenal beberapa sifat lemak

2.      Dapat mengetahui reaksi penyabunan dari lemak ataupun minyak

IV. Landasan Teori

Lemak adalah garam yang terbentuk dari penyatuan asam lemak dengan alkohol organik yang disebut gliserol atau gliserin. Lemak yang dapat mencair dalam temperatur biasa disebut minyak, sedangkan dalam bentuk padat disebut lemak. Seperti halnya karbohidrat, lemak tersusun atas molekul karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O2) dengan jumlah atom lebih banyak, misalnya stearin (C57H10O6). Sifat-sifat lemak antara lain mengapung pada permukaan air, tidak larut dalam air, mencair pada suhu tertentu, dan dapat melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Manfaat lemak dalam tubuh adalah sebagai sumber energi, melarutkan vitamin sehingga dapat diserap oleh usus dan dapat memperlama masa kenyang (Surbakti, 2010).

 

Lipid adalah salah satu kategori molekul biologis yang besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa yang disebut lipid dikelompokkan bersama karena memiliki satu ciri penting : lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. Perilaku hidrofobik lipid didasarkan pada struktur molekulnya. Meskipun lipid bisa memiliki ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon (Tim Kimia Organik II, 2020).

 

Menurut pendapat Priadi (2009), hampir semua jenis lipid, yaitu lemak dan minyak tidak larut dalam pelarut polar seperti air (aquaedes), namun dapat larut dalam pelarut non-polar seperti kloroform, eter, dan benzena. Lipid bersifat nonpolar oleh karena itu lipid hanya dapat larut dalam pelarut nonpolar.

 

Proses pembentukan lemak terjadi dalam dua tahap. Tahapan pertama yang penting disebut lipogenesis , melibatkan pembentukan sebuah asam lemak rantai panjang. Peristiwa ini terjadi di luar mitokondria dan melibatkan kesetaraan sebuah kompleks multi enzim, NADPH. sebuah koenzim tereduksi yang aktif dalam berbagai proses sintesis memainkan peranan penting dalam pembentukan asam lemak yang sangat tereduksi. Lemak dan minyak adalah senyawa lipida ada yang paling besar banyak di alam. perbedaan antara kedua adalah perbedaan konsistensi atau sifat fisik pada suhu kamar yaitu lemak berbentuk padat sedangkan minyak berbentuk cair. berdasarkan struktur kimia yaitu asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh (Desi, 2011).

 

Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap pada atom karbonnya, dimana asam lemak ini merupakan asam lemak tunggal. Adapun contoh dari asam lemak ini yaitu asam laurat, asam miristat dan asam stearate. Sedangkan asam lemak tak jenuh adalah apabila rantai hidrokarbonnya tidak dijenuhi oleh atom hidrogen dikarenakan mempunyai satu ikatan rangkap atau lebih. Adapun contoh dari asam lemak tak jenuh ini yaitu linoleat, linolenat dan arakidonat (Ariani,2017).

 

V.    Alat dan Bahan

Alat

  1. Plat tetes
  2. Gelas beker
  3. Gelas ukur
  4. Pipet tetes
  5. Tabung reaksi dan rak
  6. Indikator universal
  7. Pipet tetes
  8. Vortex

Bahan 

  1. Larutan sabun
  2. Larutan CH3COOH
  3. Larutan CaCl3 1%
  4. Larutan PB asetat 1%
  5. Larutan MgSO4 1%
  6. Larutan HCl pekat
  7. Larutan KMnO4 0,1 n
  8. Larutan eter
  9. Minyak
  10. Aquades
  11. Indikator PP

VI.    Prosedur Kerja

6.1 Cara Kerja Uji Pembentukan Garam

  1. Diisi 30 mlsabun ke dalam gelas beker lalu dicek ph-nya
  2. Ditambah CH3COOH sampai pH 7 / 3
  3. di uji larutan tadi pada tabung reaksi lalu ditambah cacl2 1% (tabung 1) 7 tetes.
  4. Diisi MgSO4 1% (tabung 2) 7 tetes
  5. Diisi PB asetat 1% (tabung 3) 7 tetes
  6. Diamati perubahannya

6.2 Cara Kerja Uji Hidrolisis Sabun

  1. Diisi 10 mlsabun ke dalam gelas kimia lalu ditambahkan 5 ml aquades
  2. Ditambah larutan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan indikator pp sebanyak 2 tetes
  3. Divortex sampai homogen dan diamati perubahan yang terjadi

6.3 Cara Kerja Uji Sifat Emulsi Lemak

  1. Diisi 2 mili aquades dan minyak 5 tetes ke dalam tabung reaksi 1
  2. Diisi 2 mili aquades dan minyak 5 tetes dan sabun ke dalam tabung reaksi 2
  3. Dilakukan vortex dan didiamkan lalu diamati

6.4 Cara Kerja Uji Sifat Ketidak jenuhan Lemak

1.      Diisi 2 ml minyak dan 5 ml ke dalam tabung reaksi

2.      Divortex dan ditambahkan kmno4 0,1 m sebanyak 3 tetes dan diamati perubahannya

6.5 Cara Kerja Uji Pembuatan Asam Minyak

  1. Dimasukkan 5 ml sabun ke dalam tabung reaksi
  2. Ditambahkan HCl pekat 3 ml dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu divortex
  3. Didiamkan hingga terbentuk dua lapisan dan diamati

 

Link Video :

https://youtu.be/v6TC8-jV_ng

Pertanyaan pra praktek :

1.      Mengapa ditambahkan CH3COOH sampai pH 7 / 3?

2.      Mengapa harus menggunakan larutan CaCl3 1%?

3.      Jika pada uji pembentukan Garam perubahan apakah terjadi?


Komentar

  1. saya akan menjawab no 1. karena pH 7/3 akan ph standar dalam pengujian ini sehingga ini menjadikan percobaan berhasil dengan ph yang sesuai ketika digunakan

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 2 yaitu mengapa harus menggunakan larutan CaCl3 1% hal tersebut dikarenakan untuk zat pengeringnya saja.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no 3
    dalam percobaan uji lemak ini yaitu terletak pada uji percobaan uji pembentukan garam akan mengekstraksi asam lemak pada sabun. Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERC. 2 PEMBUATAN SENYAWA ASAM OKSALAT

JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK II (PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK OKSALAT)

Laporan Praktikum Kimia Organik II (Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat)